Aku telah menghentikan perjalanan sendiriku beberapa waktu yang lalu
ketika tuhan memberikanmu untukku dan aku tak pernah membuang waktu.
Menurutku hidup itu bukan lagu
yang alunannya bisa kita putar kembali ketika kita ingin menari di indahnya.
Jika engkau membiarkanku sendiri aku mungkin akan berlari,
karena jauhnya perjalanan hidup membuat aku tidak perduli.
Tenang lelakiku sayang jangan mengeluh atas sakitmu…
hidup dan perjalanan ini pasti akan ada akhirnya,
seperti sebuah tali yang pasti akan ada ujungnya.
Sayang jika kau ikat aku dengan erat
dengan harap engkau bisa bersamaku selamanya,
sungguh
aku akan menguatkan ikatan itu
hingga tak akan pernah putus selamanya.
lelakiku…
indahnya dunia tak pernah menarik perhatianku selama ini
melainkan hanya ikhlasnya hati agar aku bisa menerima semua yang terjadi.
Sayang bagi manusia yang telah putus asa atas kasih Tuhan,
kematian adalah lebih baik baginya dari penghidupan yang kejam,
tapi untukku tidak,
karena kasih sayang Allah tidak pernah berhenti menerangi jiwaku.
Andaikan saja Tuhan menghalalkan,
akan aku pakai setiap tetes keringatmu untuk berwudzu, sebagai tanda tujuan bhaktiku.
Tapi bukan seperti itu
sungguh tidak begitu.
Tapi apabila kau masih ragu dengan kesungguhanku, berteriaklah di telingaku dan tinggalkanlah aku, maka tetes-tetes cintaku akan mengikutimu
dan mengiris perih hatimu.
Karena tak akan ada yang bisa mencintaimu
seperti aku…
Sayang kali ini hanya satu cita-cita besarku, aku ingin kau ikhlas padaku dalam keadaan apapun, kemudian aku ingin bertemu Rabbku tepat didalam pelukanmu…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar