Sabtu, 11 Juni 2011

Dark and Candle Light

Lilin itu baru saja ku tiup
Ternyata udara yang keluar lewat mulutku
Mampu memadamkan cahaya indah penerang gelapnya ruang


Ah sayang, kau tak ku lihat..
Tapi tubuh hati, fikiran dan jiwaku
Jelas merasakan keberadaanmu
Yakin sekali iman dalam cintaku
Sebenarnya hanya itu penerang kecilku
Ku gengam tangan hangatmu,
Dan itulah sebenar2nya duniaku..
Ku rasakan setiap garis d telapak tanganmu..
itulah takdir dan nasib yang akan ku ikuti...
Sampai aku mati..
Pertanda aku siap menemanimu, menjalani kehidupan..
Sampai akhir garis, kematian...




Jangan kau nyalakan lagi lilin itu
Sejenak saja aku ingin gelap
Bukanya aku tidak ingin melihat indah wajahmu
Tapi aku hanya ingin merasakan sebesar apakah cinta itu di hatiku
Tanpa aku melihat semua yang terlihat indah
Biar ku cium saja bibir mu dalam gelap
Aku mohon jangan lagi kau nyalakan lilin itu
Agar  tiada yang senikmat mencintaimu
Agar  tiada yang senikmat menciummu
Agar  tiada yang senikmat memeluk tubumu
Tak apa gelap saja sayang..aku menyukainya
Bicaralah walau harus berbisik...
Gelap itu nikmat untukku..
Karena dunia yang terang benderang
Membuatku ingin terbang...
Sedangkan aku makhluk tak bersayap...
Terangnya dunia sering membuatku patah arang...
Tapi gelap membuat jiwa, diri, hati bahkan suaraku selalu merendah pada bumi...


Daun terjatuh dari batangnya...
Mungkinkah mencari batang lain sebagai penggantinya...
Seperti itulah aku bila tak ada dirimu..
Terjatuh, terbawa angin dan kering...
Dan tak mungkin tumbuh d batang lain..


Sebenarnya ruanganku benar2 gelap
Sepi
Hanya ada detak jantung dan jarum jam..
Aku pamit untuk menari
Berlari untuk menciummu
Berdansa di atas waktu
Menunggu, 
Tuhan menempatkan aku
Pada garis di tanganmu
Aku mencintaimu...seperti awan dan hujan
Bukankah kita memang satu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar