Penaku mulai bergerak, dengan sabar mengikuti alur dan latar.
Tapi maafkan aku jika kadang penaku sedikit liar, memarahi setiap kejadian yang kadang mengacaukan ruang imaginya, mengetuk terlalu keras pintu di jiwanya.
Hingga dia marah pada kertas-kertas,
Tapi maafkan aku jika kadang penaku sedikit liar, memarahi setiap kejadian yang kadang mengacaukan ruang imaginya, mengetuk terlalu keras pintu di jiwanya.
Hingga dia marah pada kertas-kertas,
lalu megotorinya dengan kata-kata kasar
maafkan aku jika penaku tak menyemangatimu dengan benar.
Biar aku wudzukan dia, hingga tulisanya kembali menjadi gubahan sajak yang ketika kau selesai membacanya kau akan menutup setiap halamannya dengan senyuman.
Kumohon biarkan saja ketika tinta itu tertumpah, biarkan ia menumpahkan hitamnya, jangan kau maki dia, karena kau tau hitam itu adalah penderitaanya.
Biar aku wudzukan dia, hingga tulisanya kembali menjadi gubahan sajak yang ketika kau selesai membacanya kau akan menutup setiap halamannya dengan senyuman.
Kumohon biarkan saja ketika tinta itu tertumpah, biarkan ia menumpahkan hitamnya, jangan kau maki dia, karena kau tau hitam itu adalah penderitaanya.
dan jika kau memakinya tak akanpernah lagi kau baca tulisanya
biarkan dia hidup sederhana dengan bahasa dan kata
dan kau tak akan pernah rugi ketika mendengarnya bercerita
Didiklah dia suapaya menulis lagi dengan benar, menulis tentang keihlasan yang indah...
Didiklah dia suapaya menulis lagi dengan benar, menulis tentang keihlasan yang indah...
ajarkan dia tentang indahnya mencintai Tuhan
mencoba menulis kembali
semoga penaku masih kuat untuk melanjutkan ceritanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar